Tempat Makan untuk Libur Lebaran 2026 di Magelang

Libur Lebaran selalu punya cerita sendiri, terutama soal rindu akan kampung halaman atau sekadar ingin menghabiskan waktu bersama keluarga di tempat yang tenang. Libur Lebaran di Magelang menawarkan suasana yang berbeda; udara paginya yang sering kali berkabut dan pemandangan Gunung Merapi–Merbabu yang gagah menjadikan kota ini pilihan ideal untuk melepas penat. Jika kamu sedang mencari tempat makan untuk libur Lebaran 2026, Magelang layak masuk daftar tujuan. Selain dikenal lewat Borobudur, kota ini juga menyimpan beragam kuliner Magelang yang kaya rasa dan dekat dengan tradisi lokal.
Bagi saya pribadi, makanan adalah pintu masuk terbaik untuk mengenal karakter sebuah daerah. Kuliner tradisional Magelang umumnya memiliki perpaduan rasa manis, gurih, dan sentuhan pedas yang lembut, membuatnya cocok dinikmati lintas generasi. Tak heran jika banyak tempat makan Magelang menjadi tujuan utama saat musim liburan tiba. Selama wisata Lebaran Magelang, antrean di beberapa tempat makan keluarga Magelang memang tak terhindarkan, namun momen menunggu sambil berbincang hangat bersama orang terdekat justru menjadi bagian dari pengalaman wisata kuliner Magelang itu sendiri.
Baca juga : Tempat Makan untuk Buka Puasa di Magelang dengan Takjil dan Suasana Sore yang Syahdu
Berangkat dari pengalaman tersebut, berikut ini saya rangkum beberapa rekomendasi tempat makan Magelang yang menyajikan tempat makan khas Magelang dengan cita rasa autentik dan suasana nyaman, cocok untuk melengkapi agenda wisata kuliner dan wisata Lebaran Magelang bersama keluarga.
Memulai Pagi dengan Pemandangan di Kedai Bukit Rhema

Kalau kamu ingin mencari suasana sarapan atau sekadar ngopi pagi dengan pemandangan yang menyegarkan mata, Kedai Bukit Rhema bisa jadi pilihan awal. Terletak di kawasan perbukitan dekat Gereja Ayam, kedai ini menawarkan pemandangan hijau yang luas. Menu andalan yang selalu saya cari di sini adalah Singkong Keju-nya yang legendaris, biasanya diberikan secara cuma-cuma sebagai paket masuk ke area wisata Bukit Rhema. Tekstur singkongnya sangat empuk, atau yang dalam bahasa lokal disebut ‘mempur’. Menikmati singkong hangat dengan pemandangan Borobudur dari kejauhan adalah cara paling manis untuk memulai hari di Magelang.
Segarnya Kupat Tahu Pak Pangat dan Kupat Tahu Pojok
Berbicara soal Magelang, tentu tidak lengkap tanpa menyebut Kupat Tahu. Ada dua tempat yang memiliki tempat tersendiri bagi para pecinta kuliner: Pak Pangat dan Kupat Tahu Pojok. Kupat Tahu Pak Pangat terletak sedikit masuk ke area yang lebih tenang, cocok untuk kamu yang ingin menghindari keramaian pusat kota. Bumbu kacangnya halus dengan rasa manis yang dominan dari kecap asli Magelang.
Sementara itu, Kupat Tahu Pojok yang terletak di dekat alun-alun adalah tempat legendaris yang sudah berdiri puluhan tahun. Di dindingnya, kamu bisa melihat foto-foto tokoh ternama yang pernah makan di sana. Yang saya sukai dari Kupat Tahu di Magelang adalah irisan bakwan dan tahu gorengnya yang segar, dipadu dengan tauge dan kol yang renyah. Jangan lupa minta tambahan kerupuk kaleng untuk menambah tekstur saat makan.
Sensasi Pedas Mangut Beong Sehati Borobudur
Bagi penyuka makanan pedas, Mangut Beong Sehati adalah destinasi yang saya rekomendasikan. Beong adalah ikan endemik Sungai Progo yang bentuknya menyerupai lele tetapi dengan ukuran yang jauh lebih besar dan daging yang lebih padat. Kuah mangutnya berwarna merah cerah, kaya akan rempah, dan punya level pedas yang cukup menantang. Ikan ini memiliki tekstur daging yang kenyal dan tidak mudah hancur. Karena letaknya dekat dengan kawasan Borobudur, tempat ini biasanya sangat ramai saat jam makan siang di musim liburan, jadi pastikan kamu datang sedikit lebih awal.
Hangatnya Sop Senerek Bu Atmo dan Nasi Lesah Pak Badut
Makan siang di Magelang juga identik dengan Sop Senerek. Salah satu yang paling ikonik adalah Sop Senerek Bu Atmo. Berbeda dengan sop bening pada umumnya, Sop Senerek menggunakan kacang merah sebagai bahan utamanya. Kuahnya bening namun kaya rasa kaldu daging sapi, dipadukan dengan bayam, wortel, dan irisan daging atau babat. Rasanya sangat ringan dan menghangatkan perut.
Jika ingin mencoba sesuatu yang mungkin jarang terdengar di kota lain, kamu harus mencari Nasi Lesah Pak Badut. Nasi Lesah sekilas mirip dengan soto, namun kuahnya menggunakan santan encer yang gurih. Disajikan dengan tauge, sohun, dan irisan tahu, nasi lesah ini memberikan rasa yang nyaman di lidah. Saya sering menganggap ini adalah ” comfort food” yang sesungguhnya saat berada di Magelang.
Nuansa Klasik di Joglo Tanjung
Jika kamu membawa keluarga besar dan mencari tempat makan dengan suasana rumah Jawa yang kental, Joglo Tanjung adalah jawabannya. Bangunannya berbentuk joglo tua yang asri dengan halaman yang luas. Di sini, sistem makannya biasanya prasmanan dengan menu-menu rumahan seperti lodeh, ayam goreng bumbu kuning, dan berbagai macam sambal. Makan di sini memberikan pengalaman seperti sedang bertamu ke rumah nenek di desa. Suasananya yang tenang membuat obrolan keluarga jadi lebih berkualitas tanpa terburu-buru.
Kuliner Malam: Sego Godog Pak Naryo dan Wedang Kacang Kebon
Saat matahari terbenam dan udara Magelang mulai mendingin, Sego Godog Pak Naryo menjadi pilihan yang sangat tepat. Sego godog atau nasi rebus ini dimasak menggunakan tungku arang (anglo), yang memberikan aroma asap (smoky) yang khas. Nasi dicampur dengan mie, suwiran ayam, dan sayuran dalam kuah kaldu yang kental. Menunggu Pak Naryo memasak satu per satu pesanan di atas arang adalah bagian dari pengalaman kuliner malam yang syahdu.
Sebagai penutup malam, mampirlah ke Wedang Kacang Kebon. Ini adalah salah satu kuliner legendaris yang hanya menyajikan beberapa menu saja, namun selalu dicari. Wedang kacangnya terdiri dari kacang tanah yang direbus lama hingga sangat lunak dalam kuah manis berwarna merah muda, disajikan dengan ketan putih. Rasanya manis, gurih, dan sangat efektif mengusir dingin. Menurut saya, ini adalah cara terbaik untuk menutup hari sebelum kembali beristirahat.
Tips Menikmati Kuliner Magelang Saat Lebaran 2026

Mengingat libur Lebaran 2026 diprediksi akan sangat ramai, ada baiknya kamu menyiapkan diri. Sebagian besar tempat makan tradisional di Magelang memiliki area parkir yang terbatas, terutama yang berada di gang atau jalan kecil. Saya sarankan kamu menggunakan kendaraan yang tidak terlalu besar atau memanfaatkan transportasi lokal jika memungkinkan. Selain itu, jangan ragu untuk bertanya kepada warga lokal mengenai jam operasional, karena saat hari H Lebaran, beberapa tempat mungkin tutup dan baru buka kembali pada hari kedua atau ketiga.

Liburan bukan hanya soal berpindah tempat, tapi tentang bagaimana kita meresapi setiap rasa dan momen yang ada. Magelang dengan segala kesederhanaan kulinernya selalu punya cara untuk membuat kita merasa pulang. Jadi, tempat mana yang paling membuatmu penasaran untuk dicoba pertama kali saat libur Lebaran nanti? Apapun pilihannya, nikmati setiap suapannya dan selamat merayakan kemenangan bersama orang-orang tersayang.





