House of Raminten Kotabaru: Dinner Santai di Restoran Unik Jogja yang Menunya Variatif

Day 4 – Jogja – dinner santai, saya mampir ke House of Raminten Kotabaru saat lagi ingin tempat yang bisa “mengakomodasi selera banyak orang” dalam satu meja . Waktu itu saya memang sedang cari suasana yang beda, tapi tetap nyaman buat makan malam tanpa terburu-buru. Dari awal masuk, saya langsung kebayang: ini tipe tempat yang kamu datang bukan cuma buat makan, tapi juga buat menikmati vibe-nya. Dan karena saya datang di jam malam, saya sudah siap dengan satu hal: kemungkinan ramai.
Baca Juga : Rekomendasi Cafe Borobudur

Kenapa saya pilih Raminten buat malam itu?
Saya datang dengan ekspektasi sederhana: menu variatif dan dekor yang unik (dua hal yang sering bikin makan malam terasa lebih “niat”, tanpa harus formal). Ini merupakan rekomendasi restoran Kotabaru , pilihan tempat makan banyak—tapi tidak semuanya menawarkan pengalaman yang “berbeda” dari sisi suasana. Di sini, kesan uniknya terasa dari cara tempat ini membangun ambience: kamu bisa makan sambil melihat detail-detail dekor yang bikin mata ikut jalan-jalan.

Buat saya, ini cocok untuk kamu yang:
- Lagi bawa keluarga/teman dengan selera beragam
- Pengen makan malam yang santai, tapi tetap ada “cerita tempatnya”
- Niat kulineran malam dan siap dengan jam ramai
Lihat Lokasi : Google Maps
Pengalaman makan: alur pesan–tunggu–saji, dan rasanya gimana?
Saya datang untuk makan malam, dan ini memang momen paling “hidup” di House of Raminten Kotabaru. Begitu duduk, hal pertama yang terasa adalah pilihan menu yang panjang—beneran variatif. Buat kamu yang sering bingung kalau menunya banyak, tenang: saya juga begitu. Strategi saya: fokus ke apa yang paling cocok untuk makan malam (bukan sekadar “pengen coba semua”).
Soal rasa, yang saya suka: sajian yang saya dapat terasa nyambung untuk lidah makan malam—tidak bikin “berat berlebihan”, dan tetap terasa bumbunya. Tekstur juga enak buat dinikmati pelan-pelan (ini tipe tempat yang sayang kalau makannya keburu-buru). Untuk alur pelayanannya, prosesnya jelas: pesan dulu, lalu tunggu, baru disajikan rapi.
- Waktu menunggu pesanan: sekitar 15–25 menit
- Durasi saya di lokasi: 45–60 menit (pas untuk dinner santai)
Kalau kamu datang saat jam ramai, 15–25 menit itu masih wajar—yang penting kamu atur ekspektasi dan jangan datang mepet banget kalau sudah lapar “mode darurat”.
Baca Juga : Gudeg Pawon Janturan: Gudeg Malam yang Beneran “Dimasak di Depan Kamu” Saat Kota Lagi Tidur

Info praktis yang wajib kamu tahu sebelum berangkat
Biar pengalamanmu lebih mulus, ini catatan yang saya rasa paling kepake:
Jam paling ramai
- 19.00–22.00 adalah jam yang paling ramai.
Kalau kamu tipe yang pengen ngobrol lebih tenang, coba datang sedikit lebih awal sebelum jam tersebut.
Parkir
- Parkir motor/mobil: terbatas.
Ini poin penting. Kalau kamu bawa mobil, pertimbangkan datang lebih awal atau siap untuk cari spot yang memungkinkan.
Sudah berdiri sejak
- Kurang lebih ±2000-an.
Buat saya, ini menjelaskan kenapa ritme tempatnya sudah “matang”: alur pelayanan dan konsepnya terasa sudah terbiasa menangani pengunjung yang datang silih berganti.
Ngobrol singkat dengan karyawan (biar kamu makin yakin pesan apa)
Saya sempat tanya beberapa hal yang biasanya jadi pertanyaan klasik sebelum makan di tempat ramai. Ini rangkumannya:
- Menu paling aman: pilih menu yang paling umum dicari orang kalau kamu baru pertama kali (biar minim risiko “salah pilih”).
- Porsi sharing: ada opsi yang cocok untuk makan bareng—enak kalau kamu datang rame-rame dan pengen coba beberapa menu.
- Jam sepi: kalau pengen lebih lengang, usahakan di luar 19.00–22.00.
- Pembayaran: kamu bisa bayar dengan metode pembayaran yang tersedia di kasir (kalau kamu ingin cepat, siapin dari awal supaya pulangnya nggak antre lama).

Komparasi ringkas: Bale Raos vs Raminten bedanya di mana?
Kalau kamu lagi membandingkan dengan Bale Raos, saya melihat keduanya punya karakter yang beda—dan itu bukan soal “lebih bagus yang mana”, tapi lebih cocok yang mana untuk kebutuhanmu.
- House of Raminten Kotabaru: lebih menonjol di suasana yang unik, vibes yang ramai, dan pilihan menu yang terasa variatif untuk satu rombongan.
- Bale Raos: cocok untuk kamu yang mencari pengalaman makan dengan nuansa yang lebih “tenang” dan terasa lebih spesifik temanya.
Jadi, kalau malam itu kamu pengen tempat yang “rame hidup” dan bisa menampung selera banyak kepala, Raminten lebih masuk.
Tips kunjungan biar nggak kejebak ramai
Ini beberapa hal yang menurut saya paling membantu, apalagi kalau kamu baru pertama kali:
- Datang sebelum jam 19.00 kalau kamu anti antre dan pengen parkir lebih aman.
- Kalau rame, pesan yang jelas-jelas kamu yakin suka dulu. Nanti kalau masih pengen nambah, baru lanjut ronde kedua.
- Kalau kamu bawa keluarga/anak, pilih waktu yang tidak terlalu puncak supaya meja lebih nyaman dan tidak keburu-buru.
- Siapkan waktu 45–60 menit untuk benar-benar menikmati suasana—ini bukan tempat yang enaknya “mampir 10 menit”.
Jadi wajib gak nih? Akhir dari experience ini…
Layak — (unik, ramai, variatif).
House of Raminten Kotabaru menurut saya layak kamu datangi kalau kamu pengen dinner santai di Jogja dengan suasana yang beda dan menu yang bisa mengakomodasi banyak selera. Catat saja dua kunci biar aman: datang lebih awal dan siap dengan parkir yang terbatas. Kalau kamu suka tempat makan yang punya “vibe”, ini bisa jadi salah satu agenda malam yang seru di Jogja.






2 comments